anitadwinastiti.com
  • About
  • My Expertise
  • Article / Insight
Pilih Halaman

Sudah Seberapa Siap Perusahaan Anda dalam ESG? Ini 4 Level Kesiapan Organisasi.

Environmental, Social and Governance (ESG), Perangkat / Tools, Risk & Governance | 0 komentar

Dengan artikel ini, saya ingin membagikan pengalaman saya dalam membantu Perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang mempersiapkan diri untuk kepatuhan terhadap implementasi tata kelola Environmental, Social and Governance seperti yang diamanatkan melalui Peraturan OJK (POJK) No. 51/POJK.03/2017. Peraturan ini dibuat oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Emiten dan Perusahaan Publik untuk memaparkan komitmen Perusahaan terhadap target integrasi Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola. OJK mengadopsi standar pelaporan keuangan internasional dari IFRS foundation. Dimana IFRS S1 mencakup seluruh isu ESG yang bersifat material (seperti hak asasi manusia, keberagaman) dan IFRS S2 memfokuskan standar tentang pengelolaan risiko akibat perubahan iklim dan emisi karbon.

ESG mewajibkan setiap Perusahaan yang sedang mempersiapkan diri menjadi Perusahaan publik, agar mematuhi komponen metrik Lingkungan, Kinerja Ekonomi yang Berkelanjutan dan Tata Keloa dan Sosial.

Di bawah ini, saya ingin berbagi insight bagaimana strategi Perusahaan yang tahapannya dapat membawa organisasi menjadi matang dan siap melaporkan tanggung  jawabnya terhadap integrasi Lingkungan, Ekonomi Berkelanjutan, Tata Kelola dan Sosial.

Fase 1: Tahap Awal Asesmen (Merintis - Nascent)

Sasaran: Organisasi yang masih dalam fase perintisan implementasi ESG

Organisasi di tahap nascent harus memulai pemahamannya tentang prinsip-prinsip ESG dan bagaimana kesesuaian industri Perusahaan terhadap prinsip-prinsip tersebut. Organisasi dapat mulai dengan mengukur kapasitasnya dan mengalokasikan sumber daya untuk memberikan edukasi kepada SDM tentang dasar-dasar ESG.

Aktivitas:

  1. Asesmen kesiapan organisasi
  2. Identifikasi champion internal dan menetapkan penanggung jawab awal ESG
  3. Menyusun business case tentang mengapa ESG penting bagi organisasi Anda.

Fase 2: Tahap Menyusun Strategi (Berkembang - Growth)

Sasaran: Organisasi yang sudah melewati tahap pengenalan ESG dan mulai merumuskan arah, prioritas, serta kerangka implementasinya.

Aktivitas:

  1. Melakukan asesmen lanjutan untuk mengidentifikasi isu-isu yang paling relevan bagi bisnis dan stakeholder.
  2. Menetapkan prioritas strategis ESG yang selaras dengan visi bisnis, risiko utama dan regulasi.
  3. Menyusun roadmap ESG yang mencakup target, inisiatif utama, penanggung jawab, dan tahapan waktu.
  4. Membangun kerangka tata kelola ESG termasuk peran, tanggung jawab, serta mekanisme koordinasi lintas fungsi.
  5. Menentukan indikator kinerja utama ESG
  6. Mengintegrasikan ESG ke dalam kebijakan Perusahaan dan proses bisnis utama agar strategi tidak berhenti hanya di level perencanaan saja.

Fase 3: Tahap Implementasi (Matang - Maturing)

Sasaran: Organisasi yang telah beralih dari fase growth menuju maturing yang telah memiliki strategi ESG dan mulai menjalankan implementasi secara terstruktur, terukur dan lintas fungsi.

Aktivitas Utama:

  1. Mengoperasionalkan tata kelola ESG melalui pembagian peran, pengambilan keputusan, dan mekanisme koordinasi yang berjalan efektif.
  2. Mengumpulkan, memantau, dan memvalidasi data ESG secara berkala (emission tracking, metrik sosial, indikator tata kelola)
  3. Menyesuaikan pengendalian internal agar implementasi ESG terintegrasi ke dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

Fase 4: Tahap Pelaporan dan Validasi (Unggul - Gamechanger)

Sasaran: Organisasi di tahap gamechanger telah mengimplementasikan ESG secara konsisten dan siap menyusun pelaporan, melakukan validasi, serta menunjukkan akuntabilitas kepada stakeholder.

Aktivitas Utama:

  1. Menyusun laporan ESG berbasis standar
  2. Memastikan kualitas dan konsistensi data
  3. Melakukan validasi
  4. Memperkuat komunikasi kepada stakeholder
  5. Menggunakan hasil pelaporan untuk perbaikan berkelanjutan.

Untuk mempermudah identifikasi posisi organisasi, saya merangkum perbedaan karakteristik organisasi yang masih berada pada tahap awal (nascent) dan organisasi yang sudah lebih matang (mature) dalam tabel berikut.

Tabel 1. Perbedaan Utama Perusahaan Mature vs Nascent dalam Pelaksanaan ESG

AspekMatureNascent
Tata kelolaKomite ESG sudah terbentuk secara formal
Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan
Terintegrasi ke dalam strategi korporasi
Kelompok kerja ESG masih bersifat ad-hoc
Masih dalam fase belajar
Sistem dataSudah automatisasi
Sistemnya sudah terintegrasiTracking sudah real time
Masih bekerja secara manual dengan spreadsheet
Pengumpulan data masih terpisah-pisah
Ruang lingkupMencakup pengukuran terhadap gas rumah kaca, yaitu emisi langsung, emisi tidak langsung dari energi, dan emisi tidak langsung dari seluruh rantai nilai organisasi seperti perjalanan dinas pesawat, commuting karyawan, rantai pasok, pengelolaan limbah.
Punya metrik sosial yang komprehensif
Mulai dengan ruang lingkup 1 dan 2 yaitu emisi langsung dan emisi tidak langsung dari energi
Memprioritaskan pada isu-isu ESG yang berisiko tinggi.
VerifikasiSudah memanfaatkan audit dari pihak ketigaHanya menggunakan audit internal
Alokasi sumber dayaAda komite ESG yang didedikasikan secara khususTanggung jawab didistribusikan di departemen-departemen

Tabel ini memvisualisasikan tahapan kesiapan/kematangan organisasi yang saya aplikasikan ke dalam praktiknya.

Saya juga menyertakan contoh riil yang bisa digunakan oleh para praktisi, eksekutif perusahaan dalam mengukur kesiapan organisasi terhadap komitmen ESG. Dari asesmen sederhana ini, perusahaan dapat menyusun strategi untuk mengimplementasikan ESG secara bertahap. Saya dapat membantu perusahaan untuk membuat strategi yang berbasis hasil (output & outcome) dari hasil analisis asesmen perusahaan Anda. Untuk mengetahui kelengkapan perangkat asesmennya atau bagaimana cara memfasilitasi perangkat ini, dapat menghubungi saya via email/website.

ESG maturity bukan hanya soal kepatuhan, tetapi soal kesiapan organisasi membangun daya saing jangka panjang. Tantangannya bukan memulai dari yang paling canggih, melainkan memulai dari tahap yang paling relevan.

Selamat mempelajari, semoga bermanfaat.

Kirim Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Instagram
Anitadwinastiti.com | Consultant in Strategy, Risk, and Organizational © 2026 Website by Signomic.com